“ Ih males
ah disamping x mah, tar gue kalah saing”
Orang
cantik/manis/imut atau apalah itu sebutannya. Mereka semua adalah orang-orang
yang terlahir lebih “sempurna” dibanding orang lain. Faktornya banyak, ada
karena memang cantik alami yang berasal dari gen kedua orang tuanya atau yang
dibuat-buat. Cantik or Ganteng or Cakep itu memang relatif, tapi orang dengan
rupa ini terkadang sering menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian orang
tidak beruntung dari mereka. Kenapa gue bilang tidak lebih beruntung? Karena
setiap orang punya riwayat hidup yang berbeda-beda sehingga mereka pun terlahir
berbeda – beda. Orang yang tidak seberuntung si beauty ini terkadang iri.
Mungkin ada yang biasa saja dengan menerima dengan lapang dada tapi
mungkin ada juga yang tidak terima
dengan berbagai alasan. Beberapa waktu yang lalu, ada pemberitaan terkait
dengan nasib the cantikers and the gantengers. Contohnya di usir nya si
gantengers ini dari negara nya karena kegantengan itu. Kadang kita bingung
sendiri, loh kenapa gak bangga punya warga negara yang tercantik atau
terganteng?? Ini malah diusir. Huft. Derita para the cantikers and the gantengers.
Selain itu, ada juga orang yang tidak terlalu beruntung, mereka berusaha untuk
bisa mendapatkan predikat the cantikers or the gantengers. Dengan apa??? Yap, oplas!
Mereka melakukan berbagai “perubahan” pada diri mereka untuk mendapatkan hasil
yang maksimal. Kadang ada saja orang secara alami tergolong beruntung malah
melakukan oplas untuk membuat beberapa bagian tubuh mereka menjadi terlihat “lebih
sempurna”. Itu tadi bagi orang – orang yang memiliki tekad yang terlalu kuat
untuk melakukan perubahan dan tantangan di kehidupan mereka yang terlalu
ekstrem. Nah kalo kita bicara tentang di kehidupan biasa dan dengan orang –
orang yang tidak terlalu menantang sang the cantikers and the gantengers merasa
harus ekstra sabar menghadapi lingkungan sekeliling. Hal yang umum di hadapi
adalah ketika the cantikers dan the gantengers menjadi sorotan di lingkungan
nya. Mereka terkadang menjadi trendsetter baik di sekolah, kampus, atau kantor.
Disini mereka yang terlibat harus benar – benar “terlihat sempurna” di depan banyak
orang. Bukan hanya fisik tetapi juga setiap gerak gerik harus terlihat tak ada
noda sedikitpun. Dengan kondisi ini, sebagian mereka berasa menjadi superstar
dan dimanapun mereka berada semua orang pasti akan tertuju padanya. Namun ada
juga sebagian lain yang merasa minder, karena walau memiliki paras yang oke
tapi mereka cenderung untuk tidak terlalu memanfaatkannya. Ada salah satu hal
yang terjadi ketika kita berteman dengan the cantikers and the gantengers,
pamor kita bisa tiba – tiba naik karena kita beruntung bisa berteman atau lebih
tepatnya diterima sebagai teman oleh si the cantikers and the gantengers. Setiap
hangout bareng pasti kita juga secara gak langsung menjadi trendsetter orang –
orang. Bagi pecinta selfie tentu hal ini sangat berhubungan. Kenapa?? Karena
the cantikers dan gantengers ini merasa paling laku untuk foto dibanding teman
– teman mereka yang tidak beruntung. Namun di sisi lain, ada juga the cantikers
and the gantengers yang merasa sedih dan pilu ketika mereka ingin membaur
dengan teman – teman mereka yang tidak seberuntung dirinya malah tidak menerima
kehadiran mereka di photo frame mereka. Dengan alasan kalah saing, sering
ucapan teman yang tidak beruntung ini menyakitkan hati sang the cantikes and
the gantengers karena mereka merasa percuma memiliki paras indah namun tak
memiliki benar – benar teman. Mulai sekarang coba hargai perbedaan, karena
perbedaan melengkapi perjalanan hidup kita.
*efek kebanyakan tidur yang berdampak insomnia*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar