3.9.16

Begini begitu

 “ Ih males ah disamping x mah, tar gue kalah saing”

 Orang cantik/manis/imut atau apalah itu sebutannya. Mereka semua adalah orang-orang yang terlahir lebih “sempurna” dibanding orang lain. Faktornya banyak, ada karena memang cantik alami yang berasal dari gen kedua orang tuanya atau yang dibuat-buat. Cantik or Ganteng or Cakep itu memang relatif, tapi orang dengan rupa ini terkadang sering menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian orang tidak beruntung dari mereka. Kenapa gue bilang tidak lebih beruntung? Karena setiap orang punya riwayat hidup yang berbeda-beda sehingga mereka pun terlahir berbeda – beda. Orang yang tidak seberuntung si beauty ini terkadang iri. Mungkin ada yang biasa saja dengan menerima dengan lapang dada tapi mungkin  ada juga yang tidak terima dengan berbagai alasan. Beberapa waktu yang lalu, ada pemberitaan terkait dengan nasib the cantikers and the gantengers. Contohnya di usir nya si gantengers ini dari negara nya karena kegantengan itu. Kadang kita bingung sendiri, loh kenapa gak bangga punya warga negara yang tercantik atau terganteng?? Ini malah diusir. Huft. Derita para the cantikers and the gantengers. Selain itu, ada juga orang yang tidak terlalu beruntung, mereka berusaha untuk bisa mendapatkan predikat the cantikers or the gantengers. Dengan apa??? Yap, oplas! Mereka melakukan berbagai “perubahan” pada diri mereka untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Kadang ada saja orang secara alami tergolong beruntung malah melakukan oplas untuk membuat beberapa bagian tubuh mereka menjadi terlihat “lebih sempurna”. Itu tadi bagi orang – orang yang memiliki tekad yang terlalu kuat untuk melakukan perubahan dan tantangan di kehidupan mereka yang terlalu ekstrem. Nah kalo kita bicara tentang di kehidupan biasa dan dengan orang – orang yang tidak terlalu menantang sang the cantikers and the gantengers merasa harus ekstra sabar menghadapi lingkungan sekeliling. Hal yang umum di hadapi adalah ketika the cantikers dan the gantengers menjadi sorotan di lingkungan nya. Mereka terkadang menjadi trendsetter baik di sekolah, kampus, atau kantor. Disini mereka yang terlibat harus benar – benar “terlihat sempurna” di depan banyak orang. Bukan hanya fisik tetapi juga setiap gerak gerik harus terlihat tak ada noda sedikitpun. Dengan kondisi ini, sebagian mereka berasa menjadi superstar dan dimanapun mereka berada semua orang pasti akan tertuju padanya. Namun ada juga sebagian lain yang merasa minder, karena walau memiliki paras yang oke tapi mereka cenderung untuk tidak terlalu memanfaatkannya. Ada salah satu hal yang terjadi ketika kita berteman dengan the cantikers and the gantengers, pamor kita bisa tiba – tiba naik karena kita beruntung bisa berteman atau lebih tepatnya diterima sebagai teman oleh si the cantikers and the gantengers. Setiap hangout bareng pasti kita juga secara gak langsung menjadi trendsetter orang – orang. Bagi pecinta selfie tentu hal ini sangat berhubungan. Kenapa?? Karena the cantikers dan gantengers ini merasa paling laku untuk foto dibanding teman – teman mereka yang tidak beruntung. Namun di sisi lain, ada juga the cantikers and the gantengers yang merasa sedih dan pilu ketika mereka ingin membaur dengan teman – teman mereka yang tidak seberuntung dirinya malah tidak menerima kehadiran mereka di photo frame mereka. Dengan alasan kalah saing, sering ucapan teman yang tidak beruntung ini menyakitkan hati sang the cantikes and the gantengers karena mereka merasa percuma memiliki paras indah namun tak memiliki benar – benar teman. Mulai sekarang coba hargai perbedaan, karena perbedaan melengkapi perjalanan hidup kita.


*efek kebanyakan tidur yang berdampak insomnia*